139ecfee-557d-4e20-bafd-22df46019585_169

Faktor Kepunahan Pongo Abelii, Orangutan Endemik Sumatera

139ecfee-557d-4e20-bafd-22df46019585_169

Kepunahan satwa bisa terjadi akibat beberapa faktor, baik faktor yang alamiah seperti perubahan iklim atau faktor-faktor yang diakibatkan aktivitas manusia. Khusus Pongo Abelii atau Orangutan Sumatera faktor-faktor yang mempengaruhi kepunahan adalah habitat orangutan yang berkurang dan juga perubahan iklim yang cenderung merugikan kehidupan orangutan. Mari kita telisik satu per satu ancaman kepunahan pongo abelii alias orangutan Sumatera.

Perubahan Iklim

Beberapa penelitian terakhir berhasil membuktikan bahwa ada kaitan antara perubahan iklim yang terjadi di Indonesia dengan kepunahan satwa endemik Sumatera ini. Perubahan iklim cenderung memberikan dampak tidak langsung terhadap kepunahan orangutan Sumatera. Menurut peneliti perubahan iklim yang terjadi di Indonesia mengakibatkan waktu pergantian musim menjadi tidak menentu. Pergantian musim yang tidak menentu ini mengakibatkan beberapa tanaman yang menjadi makanan utama orangutan telat berbuah.

Di sisi lain pergantian musim yang tidak menentu, kemarau yang menjadi lebih panjang misalnya bisa mengakibatkan kebakaran hutan. Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab kematian terbesar bagi orangutan. Kebakaran hutan yang terjadi dalam area yang cukup luas memberikan penurunan jumlah orangutan yang cukup signifikan.

Deforestasi

Deforestasi atau penurunan jumlah luasan hutan menjadi salah satu faktor utama kepunahan orang utan. Hutan menjadi satu-satunya habitat orangutan yang paling nyaman. Menurunnya jumlah luasan hutan akibat berbagai aktivitas seperti pembalakan liar, pembukaan lahan perkebunan atau aktivitas industri lainnya menjadi ancaman utama terganggunya kehidupan orangutan.

Deforestasi yang terjadi di kawasan Sumatera mengakibatkan terganggunya siklus tata air, oksigen dan iklim mikro. Selain itu berkurangnya kawasan hutan di Sumatera juga mengakibatkan memutus daerah jelajah orangutan. Maka tidak heran, akibat pembukaan lahan yang terjadi secara besar-besaran sering menyebabkan orangutan masuk ke lahan warga akibat daerah jelajah yang berkurang.

Masalah kepunahan satwa endemik Sumatera ini merupakan pekerjaan rumah kita bersama. Setiap pihak terkait baik dari unsur pemerintahan maupun unsur masyarakat, harus sama-sama saling menjaga dan ikut turut andil dalam melestarikan satwa asli Indonesia ini. Salah satu usaha sederhana yang bisa dilakukan adalah tetap melestarikan hutan yang merupakan habitat orangutan, dengan tidak sembarangan melakukan pembukaan lahan bahkan pembalakan liar.

Related posts: