Menjadi Seorang Dokter Retina

admin   August 27, 2017   Comments Off on Menjadi Seorang Dokter Retina

Dokter RetinaDokter merupakan profesi yang selalu diidamkan dan di cita-citakan oleh manusia. Dari jaman kita sewaktu kecil sampai sekarang pun masih banyak anak-anak yang mempunyai mimpi bisa menjadi seorang dokter nantinya. Rata-rata sebagian orang tua menginginkan anaknya untuk bisa menjadi seorang dokter. Mengapa? Karena sebagian orang tua beranggapan bahwa profesi dokter itu lebih mulia, bisa hidup berkecukupan atau mapan, profesi yang lebih dipandang banyak orang dan profesi yang langsung mudah dapat pekerjaan. Akan tetapi pada realitanya tidak semua anak-anak yang mempunyai mimpi menjadi seorang dokter itu dapat tercapai. Karena menjadi seorang dokter itu perlu memiliki gelar dokter dan harus sekolah tinggi terlebih dahulu. Apalagi menjadi seorang dokter dengan gelar dokter retina.

Faktor Penghambat Menjadi Dokter Retina

Sekolah kedokteran itu terbilang mahal untuk biaya sekolahnya. Bagi sebagian orang yang tidak mampu secara finansial atau bisa dibilang perekonomiannya tidak mencukupi untuk membiayai anaknya untuk bisa sekolah ke tingkat yang lebih tinggi lagi terkadang seperti kuliah kedokteran orang tuanya lebih menyarankan anaknya untuk mundur pada profesi tersebut. Lain halnya dengan Orang yang memiliki gelar dokter dikesankan memiliki strata sosial dan kemampuan finansial yang baik. Mahasiswa kedokteran selalu dianalogikan sebagai anak orang berada karena sepengetahuan masyarakat biaya pendidikan di fakultas kedokteran sangat mahal. Bila tidak memiliki kemampuan ekonomi yang baik, maka sebagian masyarakat langsung menyerah kalah dan tak berusaha lebih jauh. Apalagi sekolah dokter itu cukup lama yang membuat biaya kuliah semakin mahal. Terutama bagi anaknya yang nanti setelah mendapatkan gelar dokter ingin mengambil ke arah yang lebih khusus lagi atau bisa dibilang menjadi dokter spesialis seperti contoh menjadi dokter retina ataupun dokter spesialis yang lainnya.

Jika dilihat dari informasi yang beredar banyak keluhan mahalnya uang pendidikan dokter spesialis yang diminta oleh pengelola PTN maupun perguruan tinggi swasta kepada dokter umum yang ingin mengambil spesialis. Biaya yang harus mereka keluarkan antara Rp 300 juta hingga 500 juta, dengan alasan untuk pembangunan biaya gedung dan biaya operasional lainnya. Tidak banyak universitas di Indonesia membuka program perkuliahan spesialis terutama retina pada bagian mata. Rata-rata untuk meraih menjadi seorang dokter retina sebagai contoh. Dimana mereka harus mengikuti fellowship selama satu tahun dan ternyata menjadi seorang dokter spesialis retina butuh yang namanya effort dan perekonomian yang cukup agar bisa melanjutkan sekolah ke luar negeri.

Related posts: