image_20180221_120051

Penyakit Kelamin Trikomoniasis

image_20180221_120051

Jika Anda pernah mendengar penyakit trikomoniasis, pasti Anda tahu bahwa obat penyakit kelamin ini mudah untuk didapatkan. Penyakit ini pun juga tidak berbahaya. Penyakit ini merupakan infeksi pada alat kelamin yang dapat menyebar lewat hubungan seksual. Dari semua jenis penyakit menular seksual, penyakit trikomoniasis adalah penyakit yang paling umum. Infeksi ini memang tidak berbahaya, namun jika tidak diobati dalam waktu yang cukup lama maka akan terjadi komplikasi seperti infeksi pada jaringan kulit kelamin wanita dan ketidak suburan pada wanita. Sedangkan pada pria, penyakit trikomoniasis dapat menyebabkan uretra tersumbat. Jika ibu hamil terinfeksi trikomoniasis, maka dapat mengakibatkan kelahiran bayi prematur dan berat badan bayi akan lebih ringan dari berat normal.

Obat Penyakit Kelamin Trikomoniasis

Sebelum membahas tentang obat penyakit kelamin trikomoniasis, kenali dulu gejalanya. Pada wanita, gejala yang umum adalah munculnya rasa gatal, cairan berbuih, dan bengkak pada alat kelamin. Selain itu, alat kelamin wanita akan mengeluarkan cairan berwarna hijau dan berbau.  Gejala lainnya adalah rasa sakit pada saat buang air kecil dan saat berhubungan seksual. Untuk pria justru tidak mempunyai gejala. Namun jika ada gejala, biasanya gejala yang muncul berupa rasa sakit atau panas saat buang air kecil dan susah buang air kecil.

Untuk pengobatan penyakit trikomoniasis sendiri biasanya dokter akan memberikan antibiotik metronidazole selama tujuh hari. Jika Anda terinfeksi trikomoniasis, maka pasangan Anda juga sebaiknya ikut berobat untuk berjaga-jaga jika ternyata pasangan juga ikut terinfeksi. Bagi ibu hamil tidak disarankan untuk menggunakan metronidazole. Efek samping dari penggunaan antibiotik ini adalah diare, mual, muntah, rasa logam pada mulut, kram di area perut, dan neuropati perifer. Selama masa pengobatan, pasien dilarang untuk mengonsumsi alkohol. Obat penyakit kelamin trikomoniasis ini juga bisa dari mengubah gaya hidup. Anda wajib mengikuti arah dokter, tidak berhubungan seksual semasa pengobatan, menggunakan pengaman pada saat melakukan hubungan seksual, dan jangan berhubungan seksual dengan banyak orang karena risiko tertular akan semakin tinggi.

Related posts: